SUKADANA, SP - Penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite untuk Kabupaten Kayong Utara disuarakan warga, menyusul antrean panjang kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Sukadana dan wilayah lain di Kabupaten Kayong Utara.
Salah seorang warga Kecamatan Sukadana, Wardi mengatakan, penambahan kuota BBM dinilai mendesak, karena keterbatasan pasokan Pertalite berdampak pada aktivitas masyarakat.
"Kami harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengisi BBM, sementara antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan turut mengganggu," katanya.
Dikatakan Wardi, antrean kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat terlihat terutama pada jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore hari. Selain menghabiskan waktu masyarakat, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan dan menyulitkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi.
Ia berharap penambahan kuota dapat membantu menjaga ketersediaan Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Namun, upaya tersebut juga perlu disertai pengawasan distribusi agar BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,"sebutnya lagi.
Bagi Wardi, persoalan kuota BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar, tetapi juga menyangkut kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat.
Pasokan BBM yang memadai dan distribusi yang terjaga diperlukan untuk mendukung mobilitas warga, kegiatan usaha, serta distribusi barang dan jasa.(ble)